Selasa, 08 September 2015

Antar Ayah ke Jannah dengan Al-Quran




Sepekan lalu, Depok membiru. Seorang ayah kembali kepangkuan Rabb nya sore itu. Doa-doa terlantun dari seantero negri untuk beliau. Karena memang pada hakikatnya kita semua akan mati. Namun kematian bukanlah perkara yang harus didukakan secara mendalam. Zaid Muzayyan, anak dari seorang ayah yang sore pekan lalu (3, September 2015) menemui sang Illah telah menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 Juz tepat kemarin 9 September 2015.

6 hari pasca berpulangnya ayah ke rahmatullah, Zaid justru lebih bersungguh-sungguh dalam menghafal Al-Quran. Duka itu pasti ada, namun azzam yang terpatri dihatinya lebih kuat dibandingkan dukanya. Alhamdulillah, Zaid mengantarkan ayahnya ke jannah dengan Al-Quran. Zaid dikenal sebagai pemuda yang aktif, selain bergabung di Garuda Keadilan, Zaid ternyata adalah ketua PIK R atau Pusat Informasi Konseling Remaja Kelurahan Tugu.

Kita berdoa, semoga Zaid selalu istiqomah dalam murojaah dan senantiasa Allah beri kemudahan dalam urusan-urusannya serta senantiasa mengamalkan Al-Quran dan Allah tidak pernah mendustakan janji-Nya bahwa penghafal Al-Quran akan mempersembahkan mahkota mulia untuk kedua orang tuanya.

Barokallah. Wa barokallah. Kepada Ustadz Azzam Muhtadi, insya allah Zaid sendirilah yang akan mempersembahkan mahkota tersebut untuk antum. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu.

Dan semoga kita semua bisa menyusul Zaid untuk menghafal 30 juz dari kitab dengan retorika bahasa yang paling indah. Aamiin yaa mujibassaa-iliin.


-HUMAS GK SUMATERA-

Kamis, 27 Agustus 2015

Terlahir Dari Rahim Perkasa

Oleh : Liliya Zahra





Semangat juang tertanam dalam dada
Benih yang ditabur sebelum nafas menghirup udara
Dalam ladang rahim para wanita perkasa
Dengan pupuk doa disirami dzikir kepada Nya
Bertekadkan keyakinan bertumbalkan nyawa


Engkau ada bukan tanpa perencanaan
Terlahir dalam lingkaran dakwah
Dengan sokongan sejuta tangan
Diri yang berbenteng baja dan besi
Tangan yang menggennggam persaudaraan
Sejuta belati yang menghujampun takkan mampu menggores kasihmu


Dan engkau Garuda Keadilan
Angkat wajahmu, melangkah dan majulah
Semarakkan takbir dalam setiap langkah perjuangan
Basahi bibir dengan dzikir kepada Rabb semesta


Bangkitkan semangat juang
Getarkan dunia pada hentakkan kakimu
Kibarkan panji-panji Islam
Karena kau adalah generasi pembangun peradaban


Allahu Akbarr!!!


Jihad dalam hatimu, Kemenangan dalam genggamanmu...

Minggu, 23 Agustus 2015

Untuk Kalian, Yang Terlahir dari Rahim Tarbiyyah

Bismillahirrohmanirrohim Assalamualaikum wr wb. Anak-anak ku sekalian. Saya ingin sampaikan bahwa, kalian semua bukanlah orang orang yang tidak disengaja hadir dibumi ini, bukanlah orang orang tanpa perencanaan hadir dibumi ini. Kalian semua adalah manusia manusia yang direncanakan, diharapkan untuk hadir di muka bumi ini oleh umi abi kalian. Saya yakin umi abi kalian bukan bertemu dimana mana, tetapi mereka bertemu di dalam gerbang tarbiyah. Bertemu diarena perjuangan. Bertemu di lahan dakwah, maka kepada generasi GK ini sering qiyadah kita mengatakan, antum abna-u dakwah, antum abna-ul harokah. Kalian anak anak dakwah, kalian anak anak pergerakan. Kalian setuju? Kalian siap? Subhanallah. Yang kedua,saya yakin seyakin yakinnya tidak ada dari kalian yang namanya diambil dengan sembarangan. Yang nama nya diambil asal ada nama. Karena tidak ada orang tua kalian yang mengatakan apalah arti sebuah nama. Karena nama memiliki sebuah doa, sebuah impian, cita cita dan harapan yang besar. Dan nama kalian nama besar semua, ada Abdullah Umar, Hudzaifah, ada yang bernama Sholahuddin Al Ayyubi dan ada yang bernama Dima’usy syahadah!!! Darah syahid!! Allahu Akbar!! Itulah nama kalian, saya tidak akan sebut satu persatu, tapi bandingkan dengan nama umi abi kalian. Oleh karena itu pesan pertama adalah, coba kalian tanyakan kepada umi abi kalian kenapa kalian memiliki nama itu? Apa artinya, apa harapannya, apa filosofinya, lalu tulis dibuku harian kalian. Saya katakan, kalian bukan generasi tanpa arah, bukan generasi sembarangan tetapi kalian adalah generasi yang direncanakan, generasi yang diharapkan. Berikutnya kalian, GK ini adalah anak kandung yang sah dari Partai Keadilan Sejahtera. Dan kalian adalah pewaris utama nya, mungkin nanti suatu saat bisa ada nama ini atau tidak ada nama ini, tetapi kalian lah pewaris utama tentang misi dan tujuannya tentang beban perjuangannya. Kalian siap??? Nah itulah nak, kenapa GK didirikan, kenapa GK dibentuk, sampai antusiasnya ustadz Luthfi Hasan Ishaq ingin kesini mendengar ada acara GK ini, karena ini adalah taurits atau pewarisan tentang perjuangan ini. Kami ingin orang tua mewariskan kepada anak anak nya semua bukan harta bukan uang yang banyak bukan toko yang berlebihan tapi yang ingin kami wariskan adalah semangat perjuangan. Nah yang paling tinggi warisan dari kami adalah semangat juang, inilah taurits yang sesungguhnya. Kalian bukan pengganti tetapi kalian adalah pelanjut. Berikutnya Umar bin Khattab berpesan, siapkanlah anak anak kalian menghadapi zaman, yang zaman itu berbeda dari zaman zaman kalian. Dan kami saat ini sedang menyiapkan kalian untuk siap menghadapi zaman yang mungkin saat itu tiba kami sudah tua renta, sudah terbata bata, yang tantangan nya pun berbeda dengan tantangan kami dulu, kalian harus siap untuk itu. Menghadapi zaman yang tantangannya berbeda dari saat ini. Yang diharapkan adalah semua putra-putri dari partai dakwah ini mampu mewariskan semangat juang orang tua, menjaga jalan perjuangan orang tuanya. Insya allah ini adalah jalan yang HAQ. Karena hidup itu banyak harapannya. Dan dibutuhkan banyak orang orang hebat. Anak anaku sekalian, pandanglah diri kalian masing-masing, temukan kelebihan kalian masing-masing, dimana titik kuat kalian masing-masing, dan kembangkan itu. Yang penting semua untuk dakwah, yang penting semua untuk ummat. Yang penting semua bisa menggoncang dunia. Lalu dengan apa itu kita kejar? Kami menginginkan Garuda keadilan atau GK ini memiliki kekuatan. Kamu harus jadi generasi kuat. Lalu apa nya yang kuat? Bukan sekedar kuat otot. Tapi yang kuat itu adalah orang yang kuat jiwanya, orang orang yang kokoh akhlak nya, orang-orang yang bergelora semangatnya. Hingga dia menjadi pelopor ditengah tengah ummat ini. Kesana kalian akan diantarkan. Menjadi orang orang yang kuat jiwanya, kokoh akhlak nya sehingga terpatrilah dalam diri diri kalian yang bijak nya seperti orang tua semangatnya seperti anak muda. Boleh tua, asal semangat tetap anak muda, tapi tidak boleh umur muda semangat seperti orang tua. Lalu dimana kalian dapatkan pendidikan untuk berjiwa kuat dan berakhlak kokoh dan semangat yang bergelora itu? Seperti yang kami dapatkan, dia bernama kampus 4 x 4 meter, dulu kami pakai bermodal sebuah papan tulis kecil, yaitu di liqo tarbawiyah. Anak anakku sekalian, ada nya Luthfi Hasan Ishaq karena tarbiyyah, ada nya Tiffatul Sembiring karena tarbiyyah , adanya Anis Matta karena tarbiyyah. Banyak alumni LIPIA tapi hanya satu Anis Matta, banyak alumni LIPIA tapi hanya satu Ahmad Heryawan, karena tarbiyyah. Banyak sarjana sikologi tapi satu Irwan Prayitno, karena tarbiyyah. Semua karena tarbiyyah. Kampus gratis tapi hasilnya besar. Ini bukti, ini fakta. Anak-anak ku sekalian, generasi kami dulu adalah generasi yang samar-samar. Nggak jelas arah nya, ada yang mengajak kami ngaji untuk menemukan jatidiri, membangun jiwa yang kokoh dan semangat, membangun gelora. Tetapi kalian sudah diarahkan sejak dini. Lahir didoakan, di adzankan, di aqiqahkan, besar sedikit di sekolahkan ke sekolah yang memiliki lingkungan islami. Masuk pesantren, subhanallah. Saya dengar tadi yang MC adalah hafidzah, binti Abdul Hakim. Subhanallah. Generasi saya, belajar hijaiyyah itu ketika mulai liqo. Jadi begitulah kondisi ketika itu. Kalian sangat terjaga, maka dari itu sangat di harapkan hasil kalian lebih jauh melampui hasil umi dan abi. Ini anugrah, dan ini harus kita syukuri. Mungkin banyak teman-teman kalian yang jauh dari jalan perjuangan, disibukkan dengan gadget-gadget nya dan hura hura. Nah mereka itu lah nanti yang menjadi lahan dakwah kalian. Jadi kalian ini adalah Abnaa-ul harokah, dilahirkan dari rahim tarbiyyah untuk negri ini. Dengan tarbiyyah ini kalian harus menjadi pelopor-pelopor di tengah ummat. Keberhasilan untuk menjadi pelopor ini indikasi pertamanya adalah ada nya kecintaan. Cinta kepada islam, kepada allah, kepada dakwah, kepada harokah. Cinta awal dari segalanya. Tanpa cinta tidak akan terjadi apa apa. Makin di pelajari makin cinta. Maka bangunlah cinta kepada Allah. Bangunlah Cinta kepada dakwah. Bukti cinta itu telah terbangun adalah muncul nya kesetiaan, muncul nya keberpihakan, muncul nya Al-wala’. Setiakepada islam, setia kepada ummat, setia kepada dakwah dan setia kepada jama’ah. Orang yang telah setia tidak akan asal asalan, maka munculah setelah itu kedisiplinan, bukan sekedar disiplin dalam waktu, namun juga disiplin dalam berakhlak, pada nilai-nilai dan aturan, disiplin terhadap minhaj, tidak mencla mencle. Memiliki arah yang lurus dan tidak kebingungan di persimpangan jalan. Lalu munculah kepeloporan. Karena tidak akan ada pelopor jika tidak ada cinta, setia dan disiplin. Wassalamualaikum wr wb. Transkip Taujih Ustadz Syaurium, Koordinator Wilayah PKS Sumatera Barat Upacara Penutupan Upgrading Camp Garuda Keadilan Sumatera Bogor, 19-22 Agustus 20115

Kamis, 20 Agustus 2015

Chairul : "Generasi Kedua Harus Memiliki Jiwa Petarung"

"Garuda Keadilan adalah generasi kedua, yang mana generasi pertama adalah orangtua kalian yang terhimpun dalam Partai Keadilan Sejahtera." Papar Ustadz Chairul Anwar dalam taujih nya di Upacara Pembukaan Upgrading Camp 2015 GK Se Sumatera. "Generasi kedua harus memiliki jiwa petarung. Untuk karna itu ia harus terus di latih untuk menjadi petarung petarung yang tangguh, yang berpegang teguh kepada Al Quran dan Sunnah nya. Sehingga Al Quran tidak hanya dijaga, namun juga akan mereka perjuangkan dan mereka wariskan nilai-nilai nya." Lanjut Ustadz Chairul yang juga menjabat sebagai ketua DPP PKS Wilda Sumatera. Acara yang berlangsung sejak tanggal 19 sampai 22 Agustus 2015 ini menghadirkan peserta dari seluruh provinsi di Sumatera. Beberapa peserta luar Sumatera juga turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Jambore atau Upgrading Camp GKSumatera 2015 ini. Upgrading Camp angkatan pertama ini bertempat di Gurmiyati Camp, Bogor, Jawa Barat. Panitia berharap acara ini menjadi agenda rutin Garuda Keadilan Sumatera dan bisa di adakan ditiap provinsi dalam beberapa periode kedepan. Afifah. Humas GKS

Jumat, 31 Juli 2015

Penghujung Ramadhan, Garuda Keadilan Sumut Berulah Lagi

  MEDAN - Dipenghujung Ramadhan yang tinggal menghitung hari, sekelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi Garuda Keadlian Sumut berulah lagi. Setelah sebelumnya melakukan penggalangan dana untuk etnis Rohingya dan buka puasa bersama Kali ini aksi yang mereka lakukan yaitu menyisiri keheningan dini hari kota medan sembari membagi-bagikan paket makanan sahur dan santunan uang, Selasa (14/07)

Aksi yang mereka sebut Sahur On The Road (SOTR) ini mengundang simpatik dari masyarakat sekitar yang melihatnya. Abang becak yang beroperasi mencari penumpang dan para pemulung tidak luput dari sasaran aksi yang mereka lakukan. Antusiasme dan ucapan terima kasih berdatangan dari sejumlah kalangan tersebut.

Ditemui disela-sela kegiatan, Plt. Ketua Umum Garuda Keadilan Sumut sekaligus koordinator aksi Muhammad Ghozi mengungkapkan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepeduliaan kepada sesama sekaligus melatih para pengurus dan anggota untuk peka terhadap kondisi sosial masyarakat. 


Selain itu Ghozi juga berpesan kepada kita semua untuk memanfaatkan semaksimal mungkin momentum bulan suci Ramdhan yang tinggal beberapa hari lagi dengan beribadah dan berbagi kepada sesama serta untuk tidak menjadi korban fenomena konsumerisme menjelang lebaran. [Yusuf Qardawy]

Bangunan Kokoh itu Bernama Garuda Keadilan


garudakeadilan
Oleh: Ummu Athifah, 
Garuda Keadilan SUMUT. 
Sosok yang tidak terlihat itu bernama Garuda Keadilan. Kokoh, gagah, menawan, berani dan berjiwa pahlawan. Disana ada pemuda-pemudi dengan beragam cinta, berbagai macam cita dan berjuta asa. Semangat mereka selalu menyala, namun tetap santun dan bersahaja.
Mungkin sosoknya masih kerap tak terlihat dan tidak di kenal media massa. Namun mereka adalah sayap-sayap tangguh tarbiyyah. Bagian dari wajihah dakwah.
Tak ayal, hasratku kian membara untuk turut dalam barisan mereka. Aku juga ingin punyakan cita mereka, aku juga inginkan ukhuwwah islamiyah bersama mereka, aku juga inginkan semangat mereka, semangat yang seperti akar, menancap mantap pada tanah. Itulah semangat yang diwariskan oleh orang tua mereka.
Bagaikan bangunan yang kokoh, pantang untuk roboh, itulah GK. Garuda Keadilan. Karna tarbiyahlah yang membentuknya, karna tarbiyahlah yang menghias bangunan itu. Karna tarbiyahlah yang jadi pondasinya jua.
Dan pada akhirnya alam harus tau, Indonesia punya generasi muda pilihan. Itulah mereka, Garuda Keadilan, yang terlahir untuk menciptakan perubahan.
Semangatlah Garuda Keadilan!
Tetaplah berkarya, songsong masa depan gemilang!
Dan tetaplah menjadikan Al Quran dan Sunnah sebagai landasan perjuangan.

PKS Keturunan




♫ Mengarungi samudra kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan ♫

Siapa yang tak kenal lirik nasyid fenomenal ini. Semua yang membacanya pasti membaca dengan membayangkan nada nya, atau bahkan penyanyi asli nya.

Saat ini, pemuda yang usianya kisaran 20, 21, 22, 18, atau bahkan 25 tahun juga banyak yang sudah akrab dengan nasyid ini sejak masa kecil. Bisa dipastikan, ia adalah anak kader. Ya. Anak dari pegiat partai dakwah ini sejak dulu, sejak partai ini lahir, merangkak, dan berjalan perlahan-lahan.

Mata mereka sudah akrab dengan lambang yang teraransemen dari warna hitam, kuning dan putih. Telinga mereka sudah akrab dengan lagu-lagu haroki, lagu-lagu partai ini.

Mereka juga yang dulu menjadi saksi mungil, betapa mengharukannya perjalanan dakwah orangtua mereka. Seorang teman pernah bercerita kepada saya. Dulu, mengaji atau liqo bukanlah hal yang bebas dilakukan dimana saja dan kapan saja. Bahkan, dulu rumah abi nya sempat mendapat teror dari orang tak dikenal, bahkan di depan rumahnya pula pernah ada yang menandai dengan tanda silang menggunakan cat. Entah apa maksud penteror. Anak seusianya yang dulu masih kecil, berusaha mengerti meskipun tak tahu apa arti semua itu.

Kini usia mereka mulai beranjak dewasa. Dan merekapun telah tersebar diseantero Indonesia. Banyak yang bilang, mereka adalah gelombang ketiga. Generasi harapan bangsa. Namun, tak sedikit yang memandang mereka sebelah mata. Dikatakanlah mereka sebagai PKS keturunan, tarbiyah keturunan. Ya. Hanya sekedar keturunan. Hanya sekedar label namun tak memancarkan bias dari keturunan tersebut.

Tak apa, meski mereka hanyalah PKS keturunan, meski mereka hanyalah tarbiyah keturunan, tapi cinta yang diturunkan orangtuanya telah mendarah daging dalam tubuh mereka. Cinta yang sepertinya akan sulit di lunturkan. Cinta yang sepertinya akan sulit di tumbangkan. Cinta mereka terhadap partai dakwah ini. Karna di partai ini mereka tumbuh, karna di partai ini mereka mengenal ukhuwah, dan dipartai ini juga mereka sedang belajar untuk menjadi manusia sebermanfaat kedua orangtua mereka. dan dari cinta yang tertanam kuat itulah, suatu hari mereka akan mampu memancarkan bias nya. Bias dari sebuah turunan cinta. Wallahu a’lam.